This is a REAL neurological test. Sit comfortably and be calm.
1- Find the C below. Do not use any cursor help.
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO COOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO
2- If you already found the C, now find the 6 below.
9999999999999999999 9999999999999999 9999999999999999 9999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 9999999999999999 9999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 9999999999999999 9999999999999999
9999699999999999999 9999999999999999 9999999999999999 9999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 9999999999999999 9999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 9999999999999999 9999999999999
3- Now find the N below. It's a little more difficult..
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MNMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM
This is NOT a joke.
If you were able to pass these 3 tests, you can cancel your annual visit to your neurologist.
Your brain is great and you're far from having Al zheimer Disease. Congratulations!
Showing posts with label Thought for this week. Show all posts
Showing posts with label Thought for this week. Show all posts
Monday, November 24, 2008
Sunday, October 12, 2008
Depresi pada Lansia
.

Manusia lanjut usia (lansia) yang menderita depresi mempunyai resiko bunuh diri. Hal ini telah banyak dialami lansia di Amerika, Hongkong, Australia serta dapat pula terjadi di Indonesia.
Dr. Martina W.S Nasrun, SpKJ mengungkapkan hal itu di Sanatorium Dharmawangsa Jakarta, Sabtu (31/8).
Martina mengungkapkan, untuk meminimalisir resiko depresi pada lansia harus dilakukan tindakan antisipatif secepat mungkin.
?Jika tidak, dapat terjadi akibat-akibat yang serius. Untuk itu penanganan termasuk melalui pengobatan harus dilakukan secepat mungkin segera setelah lansia terlihat mengalami depresi,? ujar Martina yang membawakan makalah yang berjudul Energik di Usia Senja.
Martina menuturkan, sebagaimana manusia berusia muda, lansia sebenarnya tetap dapat menikmati hidup. ?Lansia sebenarnya tidak identik dengan kondisi fisik yang lemah, tidak punya beraktivitas serta malas bermesraan dengan pasangannya. Itu semua bisa diatasi jika depresi dapat dihilangkan,? ujar dia.
Gejala depresi pada lansia, menurut Martina, tidak berbeda dengan gejala depresi umum yaitu tidak ada gairah, hilangnya nafsu makan, tidak dapat tidur nyenyak, tidak memiliki minat atau hobi serta terus dilanda lesu, letih dan murung.
Namun, selain gejala-gejala umum diatas, khusus pada lansia gejala depresi juga terlihat pada rasa letih dan lesu yang terus menerus, tidak ada gairah atau semangat, Terkadang lansia yang depresi terlihat begitu sedih dan tertekan sehingga sering menangis. Lansia juga sering merasa dirinya lebih lamban, dan memiliki kekhawatiran terhadap kesehatan dan keuangan.
Sedangkan keluhan fisik biasanya terwujud pada perasaan fisik seperti nyeri, merasa putus asa dan tidak berarti, berat badan berubah drastic serta mengalami sulit tidur dan sulit berkonsentrasi.
Gejala fisik pada lansia penderita depresi juga terlihat pada keluarnya keringat yang berlebihan, sesak napas, nyeri kepala, nyeri otot, kejang usus atau kolik, muntah, diare serta berdebar-debar.
Martina juga meluruskan stigma yang saat ini telah melekat di kalangan masyarakat yang seringkali menganggap depresi di kalangan lansia sebagai kondisi yang normal. Padahal, kata dia, penanganan atas depresi pada lansia memerlukan penanganan yang serius dan dilakukan secepat mungkin.
Depresi di kalangan lansia seringkali terjadi bersamaan dengan penyakit ketuaan lainnya yaitu arthritis, jantung, Parkinson, Alzheimer dan stroke dan seringkali dianggap sebagai bagian dai penyakit ketuaan itu.
Banyak orang, termasuk lansia merasa bahwa depresi merupakan kelemahan dari kepribadian/ keimanan. Pandangan ini salah, karena depresi merupakan suatu penyakit medis yang dapat diobati.
Terjadinya depresi secara biologik dipacu dengan perubahan neurotransmitter, penyakit sistemik dan penyakit degenetif. Sedangkan secara psikologik gejalanya kehilangan harga diri/martabat, kehilangan secara fisik orang dan benda yang disayangi serta gejala sosial ditandai oleh kesulitan ekonomi seperti tak punya tempat tinggal.
Penanganan depresi, kata Martina, lebih dini akan lebih baik serta menghasilkan gejala perbaikan yang lebih cepat. Depresi yang lambat ditangani akan menjadi lebih parah, menetap serta menimbulkan resiko kekambuhan. Depresi yang dapat ditangani dengan baik juga dapat menghilangkan keinginan pasien untuk melukai dirinya sendiri termasuk upaya bunuh diri.
?Selain itu, tanpa depresi, walaupun sudah lansia mereka akan lebih berani menghadapi masa depan,? ujar Martina.
Menurut Martina, penyebab depresi adalah zat-zat kimia didalam otak (neurotransmitter) tidak seimbang. Neurotransmitter sendiri adalah zat kimia yang membantu komunikasi antar sel-sel otak.
TerapiTerapi depresi untuk mencapai kondisi revitalitas adalah depresi untuk mengatasi diabetes atau hipertensi. Untuk itu pertolongan dari dokter perlu dilakukan segera. Tujuan terapi adalah mengatasi gejala depresi sehingga pasien dapat hidup normal lagi dalam kehangatan keluarga, teman-teman dan komunitasnya.
Terdapat beberapa pilihan terapi yang dapat diambil yaitu obat anti depresi, psikoterapi, terapi elektrrokonvulsi (shock theraphy), perubahan gaya hidup, tatalaksana kecemasan dan terapi keluarga.
Terdapat beberapa pilihan obat anti depresi yaitu jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs): Prozac (fluoxetine), Zoloft (setra;ine), Cipram (citalopram) dan Paxil (paroxetine). Jenis NASSA : Remeron (mirtazapine). Jenis Tricylic antidepresan: Tofranil (imipramine) dan Norpramin (desipramine). Reversible inhibitor Mono Amine Oxidase (RIMA)Inhibitors : Aurorix. Stablon (Tianeptine).
Sedangkan terapi psikoterapi diupayakan dapat mengatasi perasaan negatif dan rasa takut. Terapi ini dapat membentu pasien untuk mengenali dan mengubah cara pikir dan perilaku negatif.
Psikoterapi juga diharapkan untuk membantu pasien agar lebih mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Psikoterapi yang dapat ditempuh dengan sesi pembicaraan dengan psikiater dan psikolog dapat membantu pasien melihat bahwa perasaan yang dialaminya juga dapat terjadi pada orang lain namun karena menderita depresi ia mengalami kondisi yang berlebihan atas perasaannya sendiri.
Selain itu, lanjut Martina pasien juga disarankan untuk mengubah pola hidup misalnya dengan membiasakan berolah raga untuk meningkatkan gairah hidup. Pasien dibiasakan berjalan kaki setiap pagi atau sore sehingga energi dapat ditingkatkan serta mengurangi stress karena kadar norepinefrin meningkat.
Selain itu, pasien juga dapat diperkenalkan pada kebiasaan meditasi serta yoga untuk menenangkan pikirannya. Diet sehat untuk mengurangi asupan gizi yang menambah kadar stress juga perlu dilakukan.
?Namun sebaiknya semua perubahan pola hidup perlu didiskusikan dulu dengan dokter sehingga dapat dipilih pola olaharaga maupun diet yang paling tepat,? ujar Martina.
Martina juga mengingatkan, pengobatan depresi pada lansia harus dilakukan secara sabar karena reaksi dari masing-masing pasien akan bereaksi secara berbeda.
Selain menggunakan terapi obat, dokter juga dapat menempuh penggunaan Electroconvulsive Therapy (ECT) dengan cara shock therapy untuk pasien yang tidak memberi respon positif terhadap obat antidepresan dan psikoterapi. ECT bekerja untuk menyeimbangkan unsur kimia pada otak, dirasa cukup aman dan efektif serta dapat diulang 3 kali seminggu sampai pasien menunjukan perbaikan. Efek samping ECT adalah kehilangan kesadaran semenara pada pasien namun cyukup efektif untuk mengurangi resiko bunuh diri pada pasien tertentu.
Martina juga menekankan, peranan pasien untuk menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri bahwa dirinya dapat pulih sangat diperlukan. Pasien dihjarapakan dapat berkomunikasi dengan dokter untuk mendapat informasi yang cukup serta menceritakan gejala yang dialaminya, obat yang diminum serta mengetahui efek samping obat yang dikonsumsinya.
Kepada anggota keleuarga yang memiliki lansia, tanyakan pada mereka apakah mereka cukup puas dengan kehidupan yang dijalaninya?, Merasa hidup ini kosong, takut akan hal buruk yang akan menimpanya serta tidak merasa bahagia, jika jawabannya negatif, berarti ada sesuatu yang harus diluruskan,? kata dia.
(dikutip dari Lansia Depresi Rawan Aksi Bunuh Diri
Selasa, 03 Sep 2002 12:06:34, Pdpersi, Jakarta )

Manusia lanjut usia (lansia) yang menderita depresi mempunyai resiko bunuh diri. Hal ini telah banyak dialami lansia di Amerika, Hongkong, Australia serta dapat pula terjadi di Indonesia.
Dr. Martina W.S Nasrun, SpKJ mengungkapkan hal itu di Sanatorium Dharmawangsa Jakarta, Sabtu (31/8).
Martina mengungkapkan, untuk meminimalisir resiko depresi pada lansia harus dilakukan tindakan antisipatif secepat mungkin.
?Jika tidak, dapat terjadi akibat-akibat yang serius. Untuk itu penanganan termasuk melalui pengobatan harus dilakukan secepat mungkin segera setelah lansia terlihat mengalami depresi,? ujar Martina yang membawakan makalah yang berjudul Energik di Usia Senja.
Martina menuturkan, sebagaimana manusia berusia muda, lansia sebenarnya tetap dapat menikmati hidup. ?Lansia sebenarnya tidak identik dengan kondisi fisik yang lemah, tidak punya beraktivitas serta malas bermesraan dengan pasangannya. Itu semua bisa diatasi jika depresi dapat dihilangkan,? ujar dia.
Gejala depresi pada lansia, menurut Martina, tidak berbeda dengan gejala depresi umum yaitu tidak ada gairah, hilangnya nafsu makan, tidak dapat tidur nyenyak, tidak memiliki minat atau hobi serta terus dilanda lesu, letih dan murung.
Namun, selain gejala-gejala umum diatas, khusus pada lansia gejala depresi juga terlihat pada rasa letih dan lesu yang terus menerus, tidak ada gairah atau semangat, Terkadang lansia yang depresi terlihat begitu sedih dan tertekan sehingga sering menangis. Lansia juga sering merasa dirinya lebih lamban, dan memiliki kekhawatiran terhadap kesehatan dan keuangan.
Sedangkan keluhan fisik biasanya terwujud pada perasaan fisik seperti nyeri, merasa putus asa dan tidak berarti, berat badan berubah drastic serta mengalami sulit tidur dan sulit berkonsentrasi.
Gejala fisik pada lansia penderita depresi juga terlihat pada keluarnya keringat yang berlebihan, sesak napas, nyeri kepala, nyeri otot, kejang usus atau kolik, muntah, diare serta berdebar-debar.
Martina juga meluruskan stigma yang saat ini telah melekat di kalangan masyarakat yang seringkali menganggap depresi di kalangan lansia sebagai kondisi yang normal. Padahal, kata dia, penanganan atas depresi pada lansia memerlukan penanganan yang serius dan dilakukan secepat mungkin.
Depresi di kalangan lansia seringkali terjadi bersamaan dengan penyakit ketuaan lainnya yaitu arthritis, jantung, Parkinson, Alzheimer dan stroke dan seringkali dianggap sebagai bagian dai penyakit ketuaan itu.
Banyak orang, termasuk lansia merasa bahwa depresi merupakan kelemahan dari kepribadian/ keimanan. Pandangan ini salah, karena depresi merupakan suatu penyakit medis yang dapat diobati.
Terjadinya depresi secara biologik dipacu dengan perubahan neurotransmitter, penyakit sistemik dan penyakit degenetif. Sedangkan secara psikologik gejalanya kehilangan harga diri/martabat, kehilangan secara fisik orang dan benda yang disayangi serta gejala sosial ditandai oleh kesulitan ekonomi seperti tak punya tempat tinggal.
Penanganan depresi, kata Martina, lebih dini akan lebih baik serta menghasilkan gejala perbaikan yang lebih cepat. Depresi yang lambat ditangani akan menjadi lebih parah, menetap serta menimbulkan resiko kekambuhan. Depresi yang dapat ditangani dengan baik juga dapat menghilangkan keinginan pasien untuk melukai dirinya sendiri termasuk upaya bunuh diri.
?Selain itu, tanpa depresi, walaupun sudah lansia mereka akan lebih berani menghadapi masa depan,? ujar Martina.
Menurut Martina, penyebab depresi adalah zat-zat kimia didalam otak (neurotransmitter) tidak seimbang. Neurotransmitter sendiri adalah zat kimia yang membantu komunikasi antar sel-sel otak.
TerapiTerapi depresi untuk mencapai kondisi revitalitas adalah depresi untuk mengatasi diabetes atau hipertensi. Untuk itu pertolongan dari dokter perlu dilakukan segera. Tujuan terapi adalah mengatasi gejala depresi sehingga pasien dapat hidup normal lagi dalam kehangatan keluarga, teman-teman dan komunitasnya.
Terdapat beberapa pilihan terapi yang dapat diambil yaitu obat anti depresi, psikoterapi, terapi elektrrokonvulsi (shock theraphy), perubahan gaya hidup, tatalaksana kecemasan dan terapi keluarga.
Terdapat beberapa pilihan obat anti depresi yaitu jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs): Prozac (fluoxetine), Zoloft (setra;ine), Cipram (citalopram) dan Paxil (paroxetine). Jenis NASSA : Remeron (mirtazapine). Jenis Tricylic antidepresan: Tofranil (imipramine) dan Norpramin (desipramine). Reversible inhibitor Mono Amine Oxidase (RIMA)Inhibitors : Aurorix. Stablon (Tianeptine).
Sedangkan terapi psikoterapi diupayakan dapat mengatasi perasaan negatif dan rasa takut. Terapi ini dapat membentu pasien untuk mengenali dan mengubah cara pikir dan perilaku negatif.
Psikoterapi juga diharapkan untuk membantu pasien agar lebih mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Psikoterapi yang dapat ditempuh dengan sesi pembicaraan dengan psikiater dan psikolog dapat membantu pasien melihat bahwa perasaan yang dialaminya juga dapat terjadi pada orang lain namun karena menderita depresi ia mengalami kondisi yang berlebihan atas perasaannya sendiri.
Selain itu, lanjut Martina pasien juga disarankan untuk mengubah pola hidup misalnya dengan membiasakan berolah raga untuk meningkatkan gairah hidup. Pasien dibiasakan berjalan kaki setiap pagi atau sore sehingga energi dapat ditingkatkan serta mengurangi stress karena kadar norepinefrin meningkat.
Selain itu, pasien juga dapat diperkenalkan pada kebiasaan meditasi serta yoga untuk menenangkan pikirannya. Diet sehat untuk mengurangi asupan gizi yang menambah kadar stress juga perlu dilakukan.
?Namun sebaiknya semua perubahan pola hidup perlu didiskusikan dulu dengan dokter sehingga dapat dipilih pola olaharaga maupun diet yang paling tepat,? ujar Martina.
Martina juga mengingatkan, pengobatan depresi pada lansia harus dilakukan secara sabar karena reaksi dari masing-masing pasien akan bereaksi secara berbeda.
Selain menggunakan terapi obat, dokter juga dapat menempuh penggunaan Electroconvulsive Therapy (ECT) dengan cara shock therapy untuk pasien yang tidak memberi respon positif terhadap obat antidepresan dan psikoterapi. ECT bekerja untuk menyeimbangkan unsur kimia pada otak, dirasa cukup aman dan efektif serta dapat diulang 3 kali seminggu sampai pasien menunjukan perbaikan. Efek samping ECT adalah kehilangan kesadaran semenara pada pasien namun cyukup efektif untuk mengurangi resiko bunuh diri pada pasien tertentu.
Martina juga menekankan, peranan pasien untuk menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri bahwa dirinya dapat pulih sangat diperlukan. Pasien dihjarapakan dapat berkomunikasi dengan dokter untuk mendapat informasi yang cukup serta menceritakan gejala yang dialaminya, obat yang diminum serta mengetahui efek samping obat yang dikonsumsinya.
Kepada anggota keleuarga yang memiliki lansia, tanyakan pada mereka apakah mereka cukup puas dengan kehidupan yang dijalaninya?, Merasa hidup ini kosong, takut akan hal buruk yang akan menimpanya serta tidak merasa bahagia, jika jawabannya negatif, berarti ada sesuatu yang harus diluruskan,? kata dia.
(dikutip dari Lansia Depresi Rawan Aksi Bunuh Diri
Selasa, 03 Sep 2002 12:06:34, Pdpersi, Jakarta )
Thursday, October 2, 2008
How to Live to 100
.

Live Longer, Better, Wiser
How To Live To 100
By Dr. Mark Liponis
Publication Date: 03/09/2008
With advances in medicine, healthier eating habits and less smoking, people have a greater possibility of living to 100 than at any time in recorded history. Here are some great ways to increase your chances:
Eat a Heart-Healthy Diet
A Mediterranean diet has been shown to be the best choice for healthy aging and disease prevention. On the list of countries in the world ranked by average lifespan, France, Italy, Greece, Spain and Israel are in the top 25; the U.S. ranks 45th. A Mediterranean diet is rich in colorful fruits and vegetables, olive oil, fish and whole grains with few processed, packaged or refined foods. Research shows it reduces the risk of cardiovascular disease more effectively than other diets, including low-fat diets.
Read the Newspaper
Centenarians are likely to be engaged in current events and take an active interest in what’s happening in the world around them. Becoming disconnected, isolated or withdrawn can mark the beginning of deterioration and loss of function. Staying connected and current keeps your brain working and increases your sense of purpose.
Go Forth and Multiply
Having kids—especially if you’re a woman—can help you live longer. In fact, giving birth after age 40 more than quadruples a woman’s chances of living to 100. Studies also confirm that men who father children live longer, especially if they start raising a family at a younger age.
Drink Up!
Studies indicate that you may live longer by drinking certain beverages—especially tea (more than four cups a day of green, black or oolong). Tea drinkers have lower rates of death from cardiovascular disease and other causes. Moderate wine intake (up to 5 ounces a day for women, up to 10 ounces a day for men) also has been found to reduce the risk of cardiovascular disease. Coffee is another potential “health drink,” with studies showing that moderate coffee intake is helpful in preventing diabetes, gallstones, Parkinson’s disease, cirrhosis, kidney stones and even heart disease.
Watch Your Waist
Centenarians are rare, and obese centenarians are like hen’s teeth: They just don’t exist. Keeping a trim waistline is a requirement if you are planning on living to 100. It’s especially important if you’re the type to carry extra baggage in the “belly compartment,” where excess weight contributes more to heart disease, high blood pressure and diabetes.
Get Married
Singles don’t tend to live as long as married people. A 2006 study from the Journal of Epidemiology and Community Health showed that never-married people were 58 percent more likely to die earlier than an age-matched group of married people. Divorced or separated people were 27 percent more likely to die earlier than married people.
Have Faith
When researchers compared occupations with life expectancy, they found that clergymen were among the longest-lived men and nuns were among the oldest women. Although the reasons aren’t yet clear, most centenarians reported having some kind of regular religious practice or belief. (watch out, you atheists !)
Buy the Farm
If you want to live to be very old, and you’ve always dreamed of having your own little organic farm in the Berkshires, now may be the time. Studies show that living out in the country extends life compared with city dwelling.

Live Longer, Better, Wiser
How To Live To 100
By Dr. Mark Liponis
Publication Date: 03/09/2008
With advances in medicine, healthier eating habits and less smoking, people have a greater possibility of living to 100 than at any time in recorded history. Here are some great ways to increase your chances:
Eat a Heart-Healthy Diet
A Mediterranean diet has been shown to be the best choice for healthy aging and disease prevention. On the list of countries in the world ranked by average lifespan, France, Italy, Greece, Spain and Israel are in the top 25; the U.S. ranks 45th. A Mediterranean diet is rich in colorful fruits and vegetables, olive oil, fish and whole grains with few processed, packaged or refined foods. Research shows it reduces the risk of cardiovascular disease more effectively than other diets, including low-fat diets.
Read the Newspaper
Centenarians are likely to be engaged in current events and take an active interest in what’s happening in the world around them. Becoming disconnected, isolated or withdrawn can mark the beginning of deterioration and loss of function. Staying connected and current keeps your brain working and increases your sense of purpose.
Go Forth and Multiply
Having kids—especially if you’re a woman—can help you live longer. In fact, giving birth after age 40 more than quadruples a woman’s chances of living to 100. Studies also confirm that men who father children live longer, especially if they start raising a family at a younger age.
Drink Up!
Studies indicate that you may live longer by drinking certain beverages—especially tea (more than four cups a day of green, black or oolong). Tea drinkers have lower rates of death from cardiovascular disease and other causes. Moderate wine intake (up to 5 ounces a day for women, up to 10 ounces a day for men) also has been found to reduce the risk of cardiovascular disease. Coffee is another potential “health drink,” with studies showing that moderate coffee intake is helpful in preventing diabetes, gallstones, Parkinson’s disease, cirrhosis, kidney stones and even heart disease.
Watch Your Waist
Centenarians are rare, and obese centenarians are like hen’s teeth: They just don’t exist. Keeping a trim waistline is a requirement if you are planning on living to 100. It’s especially important if you’re the type to carry extra baggage in the “belly compartment,” where excess weight contributes more to heart disease, high blood pressure and diabetes.
Get Married
Singles don’t tend to live as long as married people. A 2006 study from the Journal of Epidemiology and Community Health showed that never-married people were 58 percent more likely to die earlier than an age-matched group of married people. Divorced or separated people were 27 percent more likely to die earlier than married people.
Have Faith
When researchers compared occupations with life expectancy, they found that clergymen were among the longest-lived men and nuns were among the oldest women. Although the reasons aren’t yet clear, most centenarians reported having some kind of regular religious practice or belief. (watch out, you atheists !)
Buy the Farm
If you want to live to be very old, and you’ve always dreamed of having your own little organic farm in the Berkshires, now may be the time. Studies show that living out in the country extends life compared with city dwelling.
Tuesday, September 30, 2008
Noah's Ark

Have you seen this?
Working Replica of Noah's Ark
Opens In SCHAGEN, Netherlands

The massive central door in the side of Noah's Ark was thrown open Saturday
for the first crowd of curious Pilgrims and townsfolk to behold the wonder.

Of course, it's only a replica of the biblical Ark , built by Dutch
Creationist Johan Huibers as a testament to his faith in the literal truth of the Bible.



The ark is 150 cubits long, 30 cubits high and 20 cubits wide. That's two-thirds the length of a football field and as high as a three-story house.
Life-size models of giraffes, elephants, lions, crocodiles, zebras,
bison and other animals greet visitors as they arrive in the main hold.
A contractor by trade, Huibers built the ark of cedar and pine -
Biblical Scholars debate exactly what the wood used by Noah would have been.
Huibers did the work mostly with his own hands, using modern tools
and with occasional help from his son Roy. Construction began in
May 2005.
On the uncovered top deck - not quite ready in time for the opening
- will come a petting zoo, with baby lambs and chickens, and goats,
and one camel.
Visitors on the first day were stunned.
'It's past comprehension, ' said Mary Louise Starosciak, who
happened to be bicycling by with her husband while on vacation
when they saw The ark looming over the local landscape.
'I knew the story of Noah, but I had no idea the boat would have been so big.'
There is enough space near the keel for a 50-seat film
theater where kids can watch a video that tells the story of Noah
and his ark.



Huibers said he hopes the project will renew interest in Christianity in
the Netherlands , where church going has fallen dramatically in the past 50 years.
''If you need help, ask God. If you don't, thank God...“
Now that I am old and gray...give me the time to tell this new generation and
their children too about all your mighty miracles. (Psalm 71:18)

Wednesday, September 17, 2008
Challenges
Wednesday, September 10, 2008
Wednesday, September 3, 2008
Praying

What do we do when we pray? We open the line of communication to God. We have the opportunity for exchange with him. Do we somethimes pray and tell God what we want or need and then "hang up"? We, including myself, should remember that prayer is like a phone line and we should listen with our hearts as well as speak with our hearts. I am learning how to "listen" and I pray for God to give me the discernment to hear his words.
Do we have to be on our best behavior when we pray and only say nice things? I think we should respect and Love God but He also wants to hear our raw feelings. The issues that are tearing us apart inside. I believe it is ok with Him to tell Him about the things that bug us or the things that hurt us. He wants to hear our deepest feelings no matter what they are. Maybe some healing could take place when we do that. I am not condoning cursing God but I do condone letting Him know where it hurts so He can put a band-aid on it just as Loving Father would do for his children.
Lamenting is throughout the Bible just as is Romance and Violence. I encourage you to share the deepest, darkest parts of you with God. He knows your heart and knew you before you existed. He knows you so well that the very hairs of your head are numbered. He desires a Loving and intimate relationship with you and He thinks you are worth it, whatever "it" is. Whether you believe in God or not, or whether you Love God or not, He Loves you and always will. He never changes.
(by Tatsak)
Saturday, August 30, 2008
Old Age is a Gift

(From: Arv Hardin
I am now, probably for the first time in my life, the person I have always wanted to be. Oh, not my body! I sometime despair over my body, the wrinkles, the baggy eyes, and the sagging butt. And often I am taken aback by that old person that lives in my mirror (who looks like my mother/ father!), but I don't agonize over those things for long.
I would never trade my amazing friends, my wonderful life, my loving family for less gray hair or a flatter belly. As I've aged, I've become more kind to myself, and less critical of myself. I've become my own friend.
I don't chide myself for eating that extra cookie, or for not making my bed, or for buying that silly cement gecko that I didn't need, but looks so avante garde on my patio. I am entitled to a treat, to be messy, to be extravagant.
I have seen too many dear friends leave this world too soon; before they understood the great freedom that comes with aging.
Whose business is it if I choose to read or play on the compu ter until 4 AM and sleep until noon?
I will dance with myself to those wonderful tunes of the 60 & 70's, and if I, at the same time, wish to weep over a lost love .. I will.
I will walk the beach in a swim suit that is stretched over a bulging body, and will dive into the waves with abandon if I choose to, despite the pitying glances from the jet set. They, too, will get old.
I know I am sometimes forgetful. But there again, some of life is just as well forgotten. And I eventually remember the important things..
Sure, over the years my heart has been broken. How can your heart not break when you lose a loved one, or when a child suffers, or even when somebody's beloved pet gets hit by a car? But broken hearts are what give us strength, understanding and compassion. A heart never broken is pristine and sterile and will never know the joy of being imperfect.
I am so blessed to have lived long enough to have my hair turning gray, and to have my youthful laughs be forever etched into deep grooves on my face. So many have never laughed, and so many have died before their hair could turn silver.
As you get older, it is easier to be positive. You care less about what other people think. I don't question myself anymore. I've even earned the right to be wrong.
So, I like being old. It has set me free. I like the person I have become. I am not going to live forever, but while I am still here, I will not waste time lamenting what could have been, or worrying about what will be. And I shall eat dessert every single day. (If I feel like it).
MAY OUR FRIENDSHIP NEVER COME APART ESPECIALLY WHEN IT'S STRAIGHT FROM THE HEART!
MAY YOU ALWAYS HAVE A RAINBOW OF SMILES ON YOUR FACE AND IN YOUR HEART FOREVER AND EVER!
Thursday, August 7, 2008
Arti Ulang Tahun
Sedikit intermesso tentang makna ibadah ulang tahun :
.

Orang umumnya berkata syukur kepada Tuhan karena telah diberi pertambahan usia setahun lagi. Memang dari segi pertumbuhan kehidupan, benar kita meningkat lagi setahun, namun disisi lain, sesungguhnya kita berkurang setahun dalam 'jatah' sisa kehidupan kita. Boleh juga kalau kita katakan kita semakin dekat setahun lagi menjelang perjumpaan dengan Tuhan YME, yang Pemberi Kehidupan itu. Bahkan ada yang berkata seorang akan bertambah usianya hingga menjelang 35 tahun dan sesudah itu akan berkuranglah sisa usianya. Ini mungkin karena harapan hidup orang sekitar 70 tahun dan sesudah separuh jalan maka orang hanya menunggu sisa umur yang menjadi 'jatah'nya itu.

Usia 35-40 tahun menjadi benchmark sebelum seseorang mengalami kemerosotan fungsi baik fisik maupun mental. Jadi jangan cepat malas berpikir, mau yang gampang aja dalam segala hal. Juga jangan cepat capek, baru olahraga sedikit, sudah mau istirahat aja. So keep on moving and think ! Always move and think !! But you must enjoy doing that. Good luck !
.

Orang umumnya berkata syukur kepada Tuhan karena telah diberi pertambahan usia setahun lagi. Memang dari segi pertumbuhan kehidupan, benar kita meningkat lagi setahun, namun disisi lain, sesungguhnya kita berkurang setahun dalam 'jatah' sisa kehidupan kita. Boleh juga kalau kita katakan kita semakin dekat setahun lagi menjelang perjumpaan dengan Tuhan YME, yang Pemberi Kehidupan itu. Bahkan ada yang berkata seorang akan bertambah usianya hingga menjelang 35 tahun dan sesudah itu akan berkuranglah sisa usianya. Ini mungkin karena harapan hidup orang sekitar 70 tahun dan sesudah separuh jalan maka orang hanya menunggu sisa umur yang menjadi 'jatah'nya itu.

Usia 35-40 tahun menjadi benchmark sebelum seseorang mengalami kemerosotan fungsi baik fisik maupun mental. Jadi jangan cepat malas berpikir, mau yang gampang aja dalam segala hal. Juga jangan cepat capek, baru olahraga sedikit, sudah mau istirahat aja. So keep on moving and think ! Always move and think !! But you must enjoy doing that. Good luck !
Saturday, August 2, 2008
8 Tipe Manusia
1. Bagi MANUSIA UANG,
waktu adalah uang, sakit dan istirahat adalah siksaan.
2. Bagi MANUSIA KUASA,
bawahan adalah tongkat kewibawaannya, disembah adalah mahkota kebanggaannya, tak dihargai adalah nerakanya.
3. Bagi MANUSIA KERJA,
duduk dan waktu luang adalah sengatan-sengatan lebah dan ketonggeng, doa adalah lelucon yg tidak lucu, dan pemborosan energi!
4. Bagi MANUSIA SENI,
keindahan yg ia lihat adalah pintu surga,keindahan yg ia ciptakan adalah Firdaus,cinta murni adalah hidup kekal.
5. Bagi MANUSIA PIKIR,
otak adalah modal,ilmu adalah keuntungannya,bercinta adalah dagelan sekedar;memandang rendah tiap orang di bawahnya adalah hal biasa dan normal baginya.
6. Bagi MANUSIA KARAKTER,
kemerdekaan adalah tempat tinggalnya, keadilan adalah santapannya, kebijaksanaan dan kesucian adalah pakaian dan perhiasannya.
7. Bagi MANUSIA MISTIK,
pertumbuhan pohon dan pemekaran bunga adalah juga perkembangannya yang segar;
langit adalah rentangannya; luas bumi dan lautannya adalah jiwanya dan misterinya;
tiap orang adalah dia; dosa dunia adalah dosanya juga.
8. Bagi MANUSIA KASIH,
mengasihi adalah pernafasannya, orang kecil dan tersisih adalah kesayangannya, memberi dan melayani adalah surganya.
Termasuk yang manakah ANDA ??
(oleh: Rm Pius Budiwijaya OCSO)
waktu adalah uang, sakit dan istirahat adalah siksaan.
2. Bagi MANUSIA KUASA,
bawahan adalah tongkat kewibawaannya, disembah adalah mahkota kebanggaannya, tak dihargai adalah nerakanya.
3. Bagi MANUSIA KERJA,
duduk dan waktu luang adalah sengatan-sengatan lebah dan ketonggeng, doa adalah lelucon yg tidak lucu, dan pemborosan energi!
4. Bagi MANUSIA SENI,
keindahan yg ia lihat adalah pintu surga,keindahan yg ia ciptakan adalah Firdaus,cinta murni adalah hidup kekal.
5. Bagi MANUSIA PIKIR,
otak adalah modal,ilmu adalah keuntungannya,bercinta adalah dagelan sekedar;memandang rendah tiap orang di bawahnya adalah hal biasa dan normal baginya.
6. Bagi MANUSIA KARAKTER,
kemerdekaan adalah tempat tinggalnya, keadilan adalah santapannya, kebijaksanaan dan kesucian adalah pakaian dan perhiasannya.
7. Bagi MANUSIA MISTIK,
pertumbuhan pohon dan pemekaran bunga adalah juga perkembangannya yang segar;
langit adalah rentangannya; luas bumi dan lautannya adalah jiwanya dan misterinya;
tiap orang adalah dia; dosa dunia adalah dosanya juga.
8. Bagi MANUSIA KASIH,
mengasihi adalah pernafasannya, orang kecil dan tersisih adalah kesayangannya, memberi dan melayani adalah surganya.
Termasuk yang manakah ANDA ??
(oleh: Rm Pius Budiwijaya OCSO)
Sunday, July 27, 2008
Friday, July 4, 2008
If you love God
May all of you be as blessed as I am for having you in my life!!
Read only if you have time for God .
Let me tell you, make sure you read all the way to the bottom. I almost deleted this email but I was blessed when I got to the end

God, when I received this e-mail, I thought...
I don't have time for this... And, this is really inappropriate during work.

Then, I realized that this kind of thinking is... Exactly, what has caused lot of the problems in our world today.

We try to keep God in church on Sunday morning...
Maybe, Sunday night...
And, the unlikely event of a midweek service.
We do like to have Him around during sickness...

And, of course, at funerals.
However, we don't have time, or room, for Him during work or play...
Because.. That's the part of our lives we think... We can, and should, handle on our own.
May God forgive me for ever thinking...
That... there is a time or place where..
HE is not to be FIRST in my life.

We should always have time to remember all HE has done for us.

If you aren't ashamed to do this...
Please follow the directions.
Jesus said, "If you are ashamed of me, I will be ashamed of you before my Father."
Not ashamed?
Pass this on ONLY IF YOU MEAN IT!!
Yes, I do Love God.
HE is my source of existence and Savior.
He keeps me functioning each and every day. Without Him, I will be nothing. But, with Christ, HE strengthens me. (Phil 4:13)
This is the simplest test.
If You Love God... And, are not ashamed of all the marvelous things HE has done for you...
Send this to ten people and the person who sent it to you!
Now do you have the time to pass it on?
Make sure that you scroll through to the end.

Easy vs. Hard
Why is it so hard to tell the truth but Yet so easy to tell a lie?
Why are we so sleepy in church but right when the sermon is over we suddenly wake up?
Why is it so easy to delete a Godly e-mail, but yet we forward all of the nasty ones?
Of all the free gifts we may receive, Prayer is the very best one....
There are no costs, but wonderful rewards... GOD BLESS!
Notes: Isn't it funny how simple it is for people to trust God and then wonder why the world's going to hell.
Isn't it funny how someone can say "I believe in God" but still follow Satan (who, by the way, also "believes" in God).
Isn't it funny how you can send a thousand jokes through e-mail and they spread like wildfire, but when you start sending messages regarding the Lord, people think twice about sharing?
Isn't it funny how when you go to forward this message, you will not send it to many on your address list because you're not sure what they believe, or what they will think of you for sending it to them?
Isn't it funny how I can be more worried about what other people think of me than what God thinks of me?
I pray, for everyone who sends this to their entire address book, they will be blessed by God in a way special for them.
Read only if you have time for God .
Let me tell you, make sure you read all the way to the bottom. I almost deleted this email but I was blessed when I got to the end

God, when I received this e-mail, I thought...
I don't have time for this... And, this is really inappropriate during work.

Then, I realized that this kind of thinking is... Exactly, what has caused lot of the problems in our world today.

We try to keep God in church on Sunday morning...
Maybe, Sunday night...
And, the unlikely event of a midweek service.
We do like to have Him around during sickness...

And, of course, at funerals.
However, we don't have time, or room, for Him during work or play...
Because.. That's the part of our lives we think... We can, and should, handle on our own.
May God forgive me for ever thinking...
That... there is a time or place where..
HE is not to be FIRST in my life.

We should always have time to remember all HE has done for us.

If you aren't ashamed to do this...
Please follow the directions.
Jesus said, "If you are ashamed of me, I will be ashamed of you before my Father."
Not ashamed?
Pass this on ONLY IF YOU MEAN IT!!
Yes, I do Love God.
HE is my source of existence and Savior.
He keeps me functioning each and every day. Without Him, I will be nothing. But, with Christ, HE strengthens me. (Phil 4:13)
This is the simplest test.
If You Love God... And, are not ashamed of all the marvelous things HE has done for you...
Send this to ten people and the person who sent it to you!
Now do you have the time to pass it on?
Make sure that you scroll through to the end.

Easy vs. Hard
Why is it so hard to tell the truth but Yet so easy to tell a lie?
Why are we so sleepy in church but right when the sermon is over we suddenly wake up?
Why is it so easy to delete a Godly e-mail, but yet we forward all of the nasty ones?
Of all the free gifts we may receive, Prayer is the very best one....
There are no costs, but wonderful rewards... GOD BLESS!
Notes: Isn't it funny how simple it is for people to trust God and then wonder why the world's going to hell.
Isn't it funny how someone can say "I believe in God" but still follow Satan (who, by the way, also "believes" in God).
Isn't it funny how you can send a thousand jokes through e-mail and they spread like wildfire, but when you start sending messages regarding the Lord, people think twice about sharing?
Isn't it funny how when you go to forward this message, you will not send it to many on your address list because you're not sure what they believe, or what they will think of you for sending it to them?
Isn't it funny how I can be more worried about what other people think of me than what God thinks of me?
I pray, for everyone who sends this to their entire address book, they will be blessed by God in a way special for them.
Friday, June 27, 2008
Ibu
Ibu..
.

Ini adalah tulisan yang sangat indah.
Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmati lah
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun.
Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
’Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ’Ya, dan jalannya berat.
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini...
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik dari pada tahun-tahun ini. Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih. Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru:
‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’

Lalu malam tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan.
Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantolnya.
Anak-anak itu berkata: ’Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat.
Tak ada yang dapat menyakiti kami.’

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-anak memanjat dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya:
’Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ’Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata:
’Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini saya memberi mereka kekuatan.

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: ‘Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.’
Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi
Yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: ’Ini hari yang terbaik.
Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani.
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu.
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat
Sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: ’Saya sudah sampai pada akhir perjalananku.
Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya.
Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan
anak-anak mereka ada di belakang mereka.’

Dan anak-anaknya menjawab: ”Ibu selalu akan berjalan bersama kami...
Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri...
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.
Dan mereka berkata: ”Kita tak dapat melihat ibu lagi.
Tetapi dia masih bersama kita.
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan.
Ia senantiasa hadir dan hidup.

Ibumu selalu bersamamu….
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu/
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!
Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal.
Semoga kita tidak pernah mengandaikan begitu saja ibu kita…
Teruskan juga pada para laki-laki…. Karena mereka juga punya ibu.
.

Ini adalah tulisan yang sangat indah.
Bacalah dengan lambat, cernalah setiap kata dan nikmati lah
Jangan tergesa. Ini adalah harta karun.
Bagi yang beruntung masih mempunyai ibu, ini indah
Bagi yang sudah tidak punya, ini lebih indah lagi
Bagi para ibu, kamu akan mencintainya

Sang ibu muda, melangkahkan kakinya di jalan kehidupan.
’Apakah jalannya jauh?’ tanyanya.
Pemandunya menjawab: ’Ya, dan jalannya berat.
Kamu akan jadi tua sebelum mencapai akhir perjalanan ini...
Tapi akhirnya lebih bagus dari pada awalnya.’

Tetapi ibu muda itu sedang bahagia. Ia tidak percaya bahwa akan ada yang lebih baik dari pada tahun-tahun ini. Karena itu dia main dengan anak-anaknya, mengumpulkan bunga-bunga untuk mereka sepanjang jalan dan memandikan mereka di aliran sungai yang jernih. Mata hari bersinar atas mereka. Dan ibu muda itu berseru:
‘Tak ada yang bisa lebih indah daripada ini.’

Lalu malam tiba bersama badai.
Jalannya gelap, anak-anak gemetar ketakutan dan ketakutan.
Ibu itu memeluk mereka dan menyelimuti mereka dengan mantolnya.
Anak-anak itu berkata: ’Ibu, kami tidak takut, karena ibu ada dekat.
Tak ada yang dapat menyakiti kami.’

Dan fajar menjelang. Ada bukit menjulang di depan mereka. Anak-anak memanjat dan menjadi lelah. Ibunya juga lelah. Tetapi ia terus berkata kepada anak-anaknya:
’Sabar sedikit lagi, kita hampir sampai.’ Demikianlah anak-anak itu memanjat terus.
Saat sampai di puncak, mereka berkata: ’Ibu, kami tak mungkin melakukannya tanpa ibu.’

Dan sang ibu, saat ia berbaring malam hari dan menatap bintang-bintang, berkata:
’Hari ini lebih baik dari pada yang lalu. Karena anak-anakku sudah belajar daya tahan menghadapi beban hidup. Kemarin malam aku memberi mereka keberanian. Hari ini saya memberi mereka kekuatan.

Keesokan harinya, ada awan aneh yang menggelapkan bumi.
Awan perang, kebencian dan kejahatan.
Anak-anak itu meraba-raba dan tersandung-sandung dalam gelap.
Ibunya berkata: ‘Lihat keatas. Arahkan matamu kepada sinar.’
Anak-anak menengadah dan melihat diatas awan-awan ada kemuliaan abadi
Yang menuntun mereka melalui kegelapan.
Dan malam harinya ibu itu berkata: ’Ini hari yang terbaik.
Karena saya sudah memperlihatkan Allah kepada anak-anakku.

Hari berganti minggu, bulan, dan tahun.
Ibu itu menjadi tua, dia kecil dan bungkuk.
Tetapi anak-anaknya tinggi dan kuat dan berjalan dengan gagah berani.
Saat jalannya sulit, mereka membopongnya; karena ia seringan bulu.
Akhirnya mereka sampai ke sebuah bukit. Dan di kejauhan mereka melihat
Sebuah jalan yang bersinar dan pintu gerbang emas terbuka lebar.
Ibu berkata: ’Saya sudah sampai pada akhir perjalananku.
Dan sekarang saya tahu, akhir ini lebih baik dari pada awalnya.
Karena anak-anakku dapat berjalan sendiri dan
anak-anak mereka ada di belakang mereka.’

Dan anak-anaknya menjawab: ”Ibu selalu akan berjalan bersama kami...
Meski ibu sudah pergi melewati pintu gerbang itu.’
Mereka berdiri, melihat ibu mereka berjalan sendiri...
dan pintu gerbang itu menutup sesudah ia lewat.
Dan mereka berkata: ”Kita tak dapat melihat ibu lagi.
Tetapi dia masih bersama kita.
Ibu seperti ibu kita, lebih dari sekedar kenangan.
Ia senantiasa hadir dan hidup.

Ibumu selalu bersamamu….
Ia adalah bisikan daun saat kau berjalan di jalan
Ia adalah bau pengharum di kaus kakimu yang baru dicuci
Dialah tangan sejuk di keningmu saat engkau sakit.
Ibumu hidup dalam tawa candamu.
Ia terkristal dalam tiap tetes air mata.
Dia lah tempat engkau datang, dia rumah pertamamu.
Dia adalah peta yang kau ikuti pada tiap langkahmu/
Ia adalah cinta pertama dan patah hati pertamamu.
Tak ada di dunia yang dapat memisahkan kalian.
Tidak waktu, ruang, bahkan tidak juga kematian!
Teruskan pada semua ibu dan anak-anak yang kau kenal.
Semoga kita tidak pernah mengandaikan begitu saja ibu kita…
Teruskan juga pada para laki-laki…. Karena mereka juga punya ibu.
Monday, June 23, 2008
Childhood
Subscribe to:
Posts (Atom)











