Thursday, November 20, 2008
Old man's problem
An 75-year-old man was requested by his doctor for a sperm count as part of his physical exam. The doctor gave the man a jar and said, "Take this jar home and bring back a semen sample tomorrow."
The next day the 75-year-old man reappeared at the doctor's office and gave him the jar, which was as clean and empty as on the previous day. The doctor asked what happened and the man explained, "Well, doc, it's like this first I tried with my right hand, but nothing. Then I tried with my left hand, but still nothing.
Then I asked my wife for help. She tried with her right hand, then with her left, still nothing.She tried with her mouth, first with the teeth in, then with her teeth out, still nothing.We even called up Arleen, the lady next door and she tried too, first with both hands, then an arm pit and she even tried squeezing it between her knees, but still nothing.
The doctor was shocked! "You asked your neighbour?"
The old man replied, "Yep, none of us could get the jar open."
(From: Lini Ashdown)
Saturday, June 7, 2008
Mahasiswi Lansia
Impian Seorang Mahasiswi Lansia 87 Tahun
Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa,
"Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku? " Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya,
"Tentu saja boleh!". Dia pun memberi saya ! pelukan yang sangat erat.
"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?" tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab,
"Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."
"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.
"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya. Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab.
Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagi pengalaman dan kebijaksanaannya. Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.
Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami. Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami. Dia diperkenalkan dan naik ke podium. Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai. Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon. Dengan ringan berkata,
"Maafkan saya sangat gugup. Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya. Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."
"Kita tidak pernah berhenti bermain karena kita tua. Kita menjadi tua karena berhenti bermain. Hanya ada rahasia untuk tetap awet muda, tetap menemukan humor setiap hari. Kamu harus mempunyai mimpi. Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati. Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun mereka tak menyadarinya."
"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa. Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun. Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan tahun. Setiap orang pasti menjadi tua. Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat. Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam perubahan."
"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya bukan menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat. Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."
Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose". Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu. Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai. Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami
dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan. Ingatlah, menjadi tua adalah kemestian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan.
* * * * *
Sediakan waktu untuk berpikir, agar selalu mendapat yang terbaik.
Sediakan waktu untuk bermain, itulah rahasia awet muda.
Sediakan waktu untuk membaca, itulah landasan hikmat & kebijaksanaan.
Sediakan waktu untuk berteman, itulah jalan menuju keharmonisan.
Sediakan waktu untuk bermimpi, itulah yang membawa anda ke bintang.
Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai, itulah hak istimewa Tuhan.
Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda, hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.
Sediakan waktu untuk bekerja, itulah sumber kebahagiaan.
Sediakan waktu untuk tertawa, itulah musik jiwa.
Sediakan waktu untuk Tuhan, sehingga setelah meninggal menemukan tempat terbaik.
Sediakan waktu untuk datang di Reuni Akbar , agar bertemu teman2 lama, tertawa hahaha.
Sunday, May 4, 2008
Alzheimer Eye Test


Hitunglah seluruh huruf " F " yang ada pada kalimat berikut:
FINISHED FILES ARE THE RESULT OF YEARS OF SCIENTIFIC STUDY COMBINED WITH
THE EXPERIENCE OF YEARS...
Sudah ? Berapa jumlahnya ?
SALAH, TERNYATA ADA 6 -- serius -- no joke.
Baca lagi baik-baik!
Really, go Back and Try to find the 6 F's before you scroll down.
Penyebab semua itu dijelaskan di bawah ini.
The brain cannot process "OF". Otak tak bisa memproses "OF".
Incredible or what? Go back and look again!!
Anyone who counts all 6 "F's" on the first go is a genius.
Three is normal, four is quite rare. Tiga adalah normal, empat agak jarang.
Send this to your friends.
It will drive them crazy.!
And keep them occupied
For several minutes..!
Tuesday, April 22, 2008
Are We There Yet ?

THIS MAY BECOME A COMMON CONDITION AS THE POPULATION AGES (Are we there yet??? dari milis teman)
Recently, I was diagnosed with A. A. A. D. D. which is a condition called as Age Activated Attention Deficit Disorder.
This is how it manifests:
I decide to water my garden. As I turn on the hose in the driveway, I look over at my car and decide my car needs washing.
As I start toward the garage, I notice that there is mail on the porch table that I brought up from the mail box earlier.
I decide to go through the mail before I wash the car.
I lay my car keys down on the table, put the junk mail in the garbage can under the table, and notice that the can is full.
So, I decide to put the bills back on the table and take out the garbage first.
But then I think, since I'm going to be near the mailbox when I take out the garbage anyway, I may as well pay the bills first.
I take my check book off the table, and see that there is only one check left.
My extra checks are in my desk in the study, so I go inside the house to my desk where I find the can of Pepsi that I had been drinking.
I'm going to look for my checks, but first I need to push the Pepsi aside so that I don't accidentally knock it over. I see that the Pepsi is getting warm, and I decide I should put it in the refrigerator to keep it cold.
As I head toward the kitchen with the Pepsi, a vase of flowers on the counter catches my eye--they need to be watered.
I set the Pepsi down on the counter, and I discover my reading glasses that I've been searching for all morning.
I decide I better put them back on my desk, but first I'm going to water the flowers.
I set the glasses back down on the counter, fill a container with water and suddenly I spot the TV remote. Someone left it on the kitchen table.
I realize that tonight when we go to watch TV, I will be looking for the remote, so I decide to put it back in the den where it belongs, but first I'll water the flowers.
I pour some water in the flowers, but quite a bit of it spills on the floor. So, I set the remote back down on the table, get some towels and wipe up the spill.
Then I head down the hall trying to remember what I was planning to do.
At the end of the day:
The car isn't washed,
The bills aren't paid,
There is a warm can of Pepsi sitting on the counter,
The flowers don't have enough water,
There is still only one check in my check book,
I can't find the remote,
I can't find my glasses, and I don't remember what I did with the car keys.
Then when I try to figure out why nothing got done today, I'm really baffled because I know I was busy all day long, and I'm really tired.
I realize this is a serious problem, and I'll try to get some help for it, but first I'll check my e-mail.
Do me a favor, will you? Forward this message to everyone you know, because I don't remember to whom it has been sent.
Don't laugh -- if this isn't you yet -- your day is coming ... he he he ... watch out !
Friday, April 4, 2008
Jangan lupa paspor & tiket anda.

Ini suatu cerita yang memberi motivasi bagi semua usia, tua muda, yang saya peroleh dari email kawan belum lama ini.
Aku pernah bekerja membagi selebaran di jalan-jalan
Kemudian, setiap aku berjalan melewati jalan-jalan dimana ada orang yang membagi selebaran, aku pasti mengambilnya tidak peduli apa isinya, walau akhirnya kertas-kertas itu jatuh ke tong sampah juga.
Beberapa hari yang lalu aku berjalan sendirian melewati seorg bapak tua yang membagi selebaran.. aku mengambil dan mengucapkan xie-xie (terima kasih).
Sepintas aku membaca judul selebaran itu.. JANGAN LUPA PASPOR DAN TIKET PESAWAT ANDA, aku merasa pasti bapak ini penjual tiket pesawat. Ternyata aku keliru, isinya adalah mengenai pemberitaan injil, dimana sering dibawakan pendeta waktu khotbah.
Kembali aku teringat pada bapak tua itu, berapa dia dibayar utk membagikan selebaran tsb?
Pasti dia tidak dibayar, dia dengan sukarela mau membagi-bagikan kabar sukacita dan bekerja untuk Kristus. Dia berdiri di jalan tsb berjam-jam, berapa orang yang mengambil dan membaca selebaran itu dan berapa orang yang percaya? Cuma Tuhan yang tahu..
Aku begitu salut sekali kepada bapak tua itu, maka kemudian aku menterjemahkan selebaran ini dan membagikan kepada teman-teman.
(penulis: WANG JIAN XUAN).
Hidup ini hanya sementara, kalimat ini sedikitpun tidak salah.
Umur manusia walaupun berapa panjang, akhirnya akan meninggalkan dunia ini.
Jadi manusia hidup didunia selama 70-80 tahun tidak ada bedanya dengan jalan-jalan ke Amerika selama 7-8 hari. Setelah tamasya akhirnya akan naik pesawat untuk pulang ke rumah di Taiwan.
Begitu juga Tuhan membiarkan kita bertamasya di dunia selama kira-kira 70-80 tahun kemudian akan pulang kembali ke rumah BAPA, yaitu surga.
Surga indah tiada bandingnya, sedangkan dunia penuh dengan sengsara.
Rumah Bapa sungguh-sungguh indah, percayakah ANDA?
Apabila anda percaya, anda adalah orang yang berbahagia karena anda telah memenangkan kematian/ alam maut.
Jikalau pada suatu hari dokter berkata kepada anda, anda menderita tumor ganas dan hidup tidak lama lagi.
Anda tidak akan merasa kaget dan takut, tetap dengan santai dan gembira berkata kepada dokter : "Terima kasih karena sudah memberitahukan kabar ini. Saya bisa segera kembali ke rumah Bapa, meninggalkan dunia yang fana ini".
Pada saat saudara atau teman kita yang meninggal, kita juga tidak perlu terlalu berduka, karena masih akan dapat bertemu di rumah Bapa.
Berbicara mengenai tamasya ke luar negeri, saya hampir tiap tahun liburan musim semi bersama istri keliling dunia. Pada saat keluar negeri, hal yang paling penting adalah JANGAN LUPA PASPOR DAN TIKET PESAWAT.
Tetapi ada juga orang yang terlalu ceroboh, pada saat akan kembali pulang tiba-tiba baru sadar kalau paspor dan tiket sudah hilang, sehingga dia tidak bisa ikut rombongan pulang.
Saudara-saudara, pada hari dimana kita pulang ke rumah Bapa juga memerlukan paspor dan tiket, kalau tidak maka kita tidak akan bisa masuk ke rumah Bapa.
Tuhan Yesus berkata : Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui AKU. Inilah ticket dan Passport kita, bila kita menginginkan. Apa maksud -Melalui YESUS-? yang berarti : Roma 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa ALLAH telah membangkitkan DIA dari antara orang mati, maka kamu akan di selamatkan.
Jadi percaya kepada TUHAN YESUS adalah paspor dan tiket kita utk masuk ke surga.
Pada saat kita meninggalkan dunia, segala harta benda kekayaan tidak akan bisa kita bawa. Tetapi seringkali demi barang-barang yang tidak bisa dibawa itu, kita menghabiskan banyak tenaga dan pikiran, tapi demi hal hidup yang kekal, yaitu paspor dan tiket kita untuk pulang, kita sama sekali tidak peduli.
Kalau dipikirkan sangatlah tidak bijaksana.
Saya berharap kita semua menjadi orang yang bijaksana, sama sekali tidak pernah lupa paspor dan tiket untuk pulang ke rumah Bapa.
Thursday, March 27, 2008
Menua dengan baik

Tuhan Allah sungguh pemurah pada kita. Allah memberikan kehidupan yang berkelimpahan bagi kita dalam kemurahanNya. Patut kita mengucap syukur setiap saat dan tetap memelihara iman kita melalui firman Tuhan setiap hari. Didalam Mazmur 90:10 disebut : ‘Masa hidup kami 70 tahun, dan jika kami kuat, 80 tahun.’ Namun tidak sekedar diberikan panjang umur, Tuhan juga memberikan kita kesempatan untuk mengisi usia lanjut itu dengan kehidupan yang cukup dan terhormat. Amsal 3:16 mengatakan ‘Umur panjang ada ditangan kananNya, ditangan kiriNya kekayaan dan kehormatan.’ Dan apabila kita ‘memelihara perintahNya’ maka ‘panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkanNya kepadamu. ’ (Amsal 3:1b-2).
Hidup sering diibaratkan sebagai perjalanan atau pertandingan dimana segala sesuatu akan berakhir. Didalam 1 Petrus 1 : 24 dikatakan :’ Semua yang hidup adalah seperti rumput, rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.’
Segala sesuatu ada awal dan akhirnya. Didalam 2 Timotius 4:7 dikatakan : ‘Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.’ Oleh karena itu didalam menem-puh perjalanan atau mengakhiri pertandingan, kita hendaknya mengisinya dengan berhenti pada pos-pos perantara, berupa peristiwa-peristiwa yang membahagiakan misalnya menikahkan anak , menyaksikan cucu diwisuda, bepergian mengunjungi keluarga dan kerabat dsb. Janganlah kiranya pos-pos perhentian itu berupa sakit stroke, diabetes, asam urat, hipertensi dll.
Hidup lanjut usia bukan sekedar panjang umur, tetapi bagaimana kita mengisinya. Dan kalau kita memelihara iman kita dalam Tuhan kita Yesus Kristus maka kesehatan dan kesembuhanpun akan menjadi milik kita. Terpujilah Kristus.
Mengapa seseorang takut menjadi tua? Apakah usia lanjut itu senantiasa identik dengan kesepian, kelemahan dan pen-deritaan?
Penderitaan yang terjadi pada orang lanjut usia digambarkan dengan jelas oleh Pemazmur :
Sering sekali seorang lansia mengalami depresi kejiwaan karena merasa dikucilkan, tidak diikutsertakan dalam peristiwa atau kegiatan apa-apa lagi. Dia menjadi murung dan mudah tersinggung, sering mengalami kelesuan dalam berpikir dan bertindak apapun. Perhatikan kata-kata kunci dalam bacaan Mazmur tadi; 'tercela', 'ketakutan bagi tetangga', 'kejutan bagi kenalan', 'lari dari padaku', dan 'hilang dari ingatan'.
Ada sebuah film komedi yang diputar belum lama ini dengan judul 'Duplex', dibintangi oleh Ben Stiller dan Drew Barrymore yang berperan sebagai pasangan muda yang membeli sebuah rumah duplex (2 lantai) dikawasan strategis di New York. Sayangnya dilantai dua rumah duplex itu, tinggal seorang nenek yang semula kelihatannya lemah, tak berdaya, mengundang rasa iba, sehingga pasangan ini dengan rasa tenang memutuskan untuk membeli rumah itu. Tak lama terbongkarlah 'tingkah laku' nenek tadi yang mulai merepotkan, menjengkelkan bahkan menjadi 'ketakutan bagi tetangga' seperti yang dikatakan diayat Mazmur tadi.
Apakah yang paling menyedihkan bagi seorang lansia yang hidup sendiri?
Tetapi menjadi seorang yang lanjut usia tidak mesti demikian apabila kita dapat menyikapi dan menghadapinya dengan persiapan. Pertama, apa artinya tua bagi anda?
Semua orang pasti mencapai usia lanjut, apabila maut tidak lebih dulu menjemput. Tetapi seseorang tidak harus menjadi tua da-lam arti mengalami gejala-gejala penuaan seperti yang disebut terdahulu. Saya mempunyai dosen, pembimbing yang dapat dianggap juga sebagai mentor, sewaktu studi di Amerika Serikat. Namanya Profesor Dr. Abrahamson, sering kita panggil Dr.A. saja, usianya waktu itu 76 tahun tetapi masih aktif mengajar, bahkan menjadi promotor disertasi PhD kami. Waktu baru mulai kenal dengan keluarga Dr.A. ini pernah sekali saya berta-nya ,'How old are you, Dr. A'? Beliau menjawab spontan 'We are not old, but we are seniors,' sambil bercanda. Lalu beliau menambahkan 'You are as old as you feel.', maksudnya umur boleh lanjut, tetapi kita tidak boleh merasa tua. Seseorang bisa merasa tua pada usia berapapun.
Hidup bersama dengan orang yang dicintai dapat membuat kita ingin terus muda. Ingatkah anda lagu 'You make me feel so young' nya Frank Sinatra, dimana pasangannya selalu membuatnya merasa muda. Benjamin Franklin pernah berkata :'Orang-orang yang bisa mencintai secara mendalam, tidak akan pernah tua; mungkin mereka akan meninggal dalam usia tua, tetapi jiwa mereka tetap muda.' Namun ada juga keraguan akan kehilangan cinta atau perhatian seperti didalam lagu 'When I'm sixty four' nya the Beatles, dimana ditanyakan

Pemazmur lain lagi, dia mengibaratkan orang dimasa tuanya sebagai buah kurma, 'Pada masa tuapun mereka masih berbuah...untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar (Maz-mur 92:15-16). Menjadi tua adalah sebuah kesempatan untuk menyaksikan kebaikan Tuhan, lalu menceritakan kebaikan itu kepada generasi penerus.
Saya belum terlalu sering sadar bahwa umur saya sudah hampir 59 thn. Kebiasaan saya berolahraga 40 menit setiap pagi membuat perasaan saya segar setiap hari. Saya juga selalu menyeimbangkan pekerjaan dengan rekreasi. Salah satu kegemaran saya adalah nonton film, dan tak jarang saya pergi kebioskop nonton sendirian, kalau isteri kebetulan tak bisa. Baru-baru ini sesudah mengikuti Public Health Conference BIMST di Singapore, saya ada kesempatan pergi ke EW Jubilee di Ang Mo Kio untuk nonton 'The House of Flying Daggers'. Waktu beli ticketnya, nona penjualnya bertanya 'Are you a Senior, sir?' Saya nggak nyangka bakal dapat pertanyaan ini, lalu saya tanya iseng .'How much for a senior.' '
Proses penuaan alami
Sejak kita lahir, bahkan sebelumnya, proses penuaan sudah dimulai. Hari ini kita lebih tua dari keadaan kita kemarin. Hari ini kita lebih muda dari keadaan kita besok. Untuk hidup baik kita harus menua dengan baik. Untuk menua dengan baik kita harus hidup dengan baik, demikian ujar Harvey H. Potthoff, penulis buku God and the Celebration of Life. Untuk memperoleh gambaran akan proses penuaan yang ideal, perlu direnungkan beberapa pertanyaan mendasar. Apakah yang dimaksudkan dengan penuaan yang baik ? Apabila pergumulan hidup, kehilangan sesuatu yang berharga dan kemunduran atau kemerosotan fungsi merupakan bagian yang tak terelakkan dari pengalaman manusia, bagaimana kita dapat menyikapi dan menerima hal-hal tersebut kedalam pola kehidupan kita? Bagaimana kita dapat bersikap realistis tentang fakta-fakta mengenai kematian namun tetap tegar sebagai seorang yang penuh pengharapan ? Mungkinkah seseorang bersikap realistis terhadap fakta-fakta mengenai menuaan, kemerosotan dan kematian, namun terus hidup dengan suatu tanggungjawab atas keberadaan kita serta peran kita didalam kehidupan ini ? Apakah intisari ajaran Kristen dalam mencari makna penuaan itu?
Tuhan hadir dalam pengalaman hidup kita bukan hanya saat bergembira, bertumbuh dan berhasil, namun juga dalam pengalaman yang menyangkut kehilangan, pergumulan penderitaan dan kematian. Setiap orang, yang muda maupun yang tua, saat ini sedang menjalani proses penuaan. Cepat atau lambat pengalaman dan pertanyaan-pertanyaan ini akan membawa dampak dalam kehidupan kita, bahkan mungkin juga telah terjadi. Dengan mengadakan refleksi terhadap hal-hal tersebut, kita akan dapat melihat bagaimana iman Kristiani kita dapat memberikan pencerahan terhadap prospek penuaan yang ideal.
Wednesday, March 26, 2008
Kata-kata yang memulihkan
Saya sendiri, yang rupanya diberkati untuk mewarisi bakat beliau dan memimpin satu PS di gereja kami, PS Sela GPIB Bukit Moria, sering merasakan bahwa sekalipun kadang-kadang terasa agak lemah atau sakit, kalau tiba waktunya untuk menyanyi atau melatih koor memuji Tuhan, maka perasaan itu hilang, bahkan menjadi kuat dan bersemangat kembali. Seperti dikatakan oleh Daud : 'Pujilah Tuhan, hai jiwaku. Pujilah namaNya yang kudus, hai segenap batinku. Pujilah Tuhan, wahai jiwaku, dan janganlah lupa akan segala kebaikanNya. Dia yang telah mengampuni segala kesalahan-mu, yang menyembuhkan segala penyakitmu. (Mazmur 103:1-3).
Akan tetapi tidak selalu orang percaya pada pengampunan dan kuasa penyembuhan dari Tuhan, karena iman serta keraguan hatinya.
Kadang-kadang kita itu tidak percaya kepada kemurahan Tuhan dan menuduhNya berbuat tidak adil kepada kita seperti pada kitab Yeremia 15 : 18a: 'Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat payah, sukar disembuhkan? .
Tetapi dibagian lain, yaitu pada Yer 17:14 di-katakan: ' Sembuhkanlah aku, ya Tuhan, maka aku akan sembuh ; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku.' Disini kembali kita diingatkan akan hubungan antara kesembuhan dan kepujian. Ternyata sangatlah erat keterkaitannya.
Tennyson pernah berkata : 'Tuhan memberikan cinta pada kita. Dan Dia meminjamkan sesuatu pada kita untuk dicintai.' Jikalau Tuhan hendak memberi, maka dengan mudah diberiNya, dan kalau Tuhan mau mengambil, maka dapat diambilnya. Ini berlaku buat kekasih hati kita, harta kita maupun kesehatan kita. Tetapi demikian pula dengan musuh kita, dosa kita, bahkan tentu saja penyakit kita, dengan mudah mungkin diambilNya dari kita.
Answered Prayer
I asked God for strength, that I might achieve.
I was made weak, that I may learn humbly to obey.
I asked for health, that I might do greater things,
I was given infirmity, that I might do better things.
I asked for riches, that I might be happy.
I was given poverty, that I might be wise...
I asked for power, that I might have the praise of men,
I was given weakness, that I might feel the need of God.
I asked for all things that I might enjoy life,
I was given life, that I might enjoy all things.
I got nothing that I asked for - but everything I had hoped for.
Almost despite myself, my unspoken prayers were answered.
I am among all men most richly blessed.'
An unknown Confederate Soldier.







