Thursday, March 27, 2008

Menua dengan baik

Tuhan Allah sungguh pemurah pada kita. Allah memberikan kehidupan yang berkelimpahan bagi kita dalam kemurahanNya. Patut kita mengucap syukur setiap saat dan tetap memelihara iman kita melalui firman Tuhan setiap hari. Didalam Mazmur 90:10 disebut : ‘Masa hidup kami 70 tahun, dan jika kami kuat, 80 tahun.’ Namun tidak sekedar diberikan panjang umur, Tuhan juga memberikan kita kesempatan untuk mengisi usia lanjut itu dengan kehidupan yang cukup dan terhormat. Amsal 3:16 mengatakan ‘Umur panjang ada ditangan kananNya, ditangan kiriNya kekayaan dan kehormatan.’ Dan apabila kita ‘memelihara perintahNya’ maka ‘panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkanNya kepadamu. ’ (Amsal 3:1b-2).

Hidup sering diibaratkan sebagai perjalanan atau pertandingan dimana segala sesuatu akan berakhir. Didalam 1 Petrus 1 : 24 dikatakan :’ Semua yang hidup adalah seperti rumput, rumput menjadi kering dan bunga gugur, tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.’

Segala sesuatu ada awal dan akhirnya. Didalam 2 Timotius 4:7 dikatakan : ‘Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.’ Oleh karena itu didalam menem-puh perjalanan atau mengakhiri pertandingan, kita hendaknya mengisinya dengan berhenti pada pos-pos perantara, berupa peristiwa-peristiwa yang membahagiakan misalnya menikahkan anak , menyaksikan cucu diwisuda, bepergian mengunjungi keluarga dan kerabat dsb. Janganlah kiranya pos-pos perhentian itu berupa sakit stroke, diabetes, asam urat, hipertensi dll.

Hidup lanjut usia bukan sekedar panjang umur, tetapi bagaimana kita mengisinya. Dan kalau kita memelihara iman kita dalam Tuhan kita Yesus Kristus maka kesehatan dan kesembuhanpun akan menjadi milik kita. Terpujilah Kristus.

Mengapa seseorang takut menjadi tua? Apakah usia lanjut itu senantiasa identik dengan kesepian, kelemahan dan pen-deritaan?

Penderitaan yang terjadi pada orang lanjut usia digambarkan dengan jelas oleh Pemazmur :

'Kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku, meranalah jiwa dan tubuhku. Sebab hidupku habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah. Dihadapan semua lawan-ku aku tercela, menakutkan bagi tetangga-tetanggaku, dan menjadi kekejutan bagi kenalan-kenalanku; mereka yang melihat aku dijalan lari dari padaku. Aku telah hilang dari ingatan seperti orang mati; telah menjadi seperti barang yang pecah.(Mazmur 31:10-13).


Sering sekali seorang lansia mengalami depresi kejiwaan karena merasa dikucilkan, tidak diikutsertakan dalam peristiwa atau kegiatan apa-apa lagi. Dia menjadi murung dan mudah tersinggung, sering mengalami kelesuan dalam berpikir dan bertindak apapun. Perhatikan kata-kata kunci dalam bacaan Mazmur tadi; 'tercela', 'ketakutan bagi tetangga', 'kejutan bagi kenalan', 'lari dari padaku', dan 'hilang dari ingatan'.

Ada sebuah film komedi yang diputar belum lama ini dengan judul 'Duplex', dibintangi oleh Ben Stiller dan Drew Barrymore yang berperan sebagai pasangan muda yang membeli sebuah rumah duplex (2 lantai) dikawasan strategis di New York. Sayangnya dilantai dua rumah duplex itu, tinggal seorang nenek yang semula kelihatannya lemah, tak berdaya, mengundang rasa iba, sehingga pasangan ini dengan rasa tenang memutuskan untuk membeli rumah itu. Tak lama terbongkarlah 'tingkah laku' nenek tadi yang mulai merepotkan, menjengkelkan bahkan menjadi 'ketakutan bagi tetangga' seperti yang dikatakan diayat Mazmur tadi.

Apakah yang paling menyedihkan bagi seorang lansia yang hidup sendiri?

A lonely life at the end of the road. Its very sad to realize that one has to experience such sad moment when you are left by yourself, nowhere to go, and no one you can really connect with. Thats what old age signifies to some people especially when you wither away with relationship from God. But for those who stays in close contact and seeking guidance from God day after day, old age is an opportunity to know Him better, to accept redemption and hoping for God's grace in a new life with God.

Demikian jawab seorang pastor kenalan kami, Foster Shannon ketika kami tanyakan hal yang sama padanya.

Disamping penderitaan psikis dan depresi kejiwaan, maka pengaruh usia lanjut terhadap kemampuan fisik jelas menambah depresi tersebut. Dalam Mazmur tersebut dika-takan 'kekuatanku merosot', dan 'tulang-tulangku menjadi lemah.' Didalam bukunya yang laris manis seperti buku-buku seri Selamat lainnya, 'Selamat Berkembang., Dr. Andar Ismail menyebutkan gejala-gejala depresi kejiwaan ditambah gejala kemerosotan fisik yang lebih luas. Orang tua biasanya juga tak luput dari berbagai penyakit, biasanya gabungan dari beberapa penyakit degeneratif. Or-gan-organ juga merosot fungsinya seperti penglihatan kabur, pendengaran menurun, pengecapan hambar, reaksi lambat, gangguan keseimbangan, susah tidur atau tidur melulu, nafsu makan tidak ada. Karena daya ingat juga jauh merosot, maka sering lupa makan dan minum, disorientasi tempat dan waktu. Ada orang tua yang tiap beberapa menit, selalu bertanya disekitarnya, 'Hari apa sekarang,' bahkan ,'Siapa kamu atau dari mana kamu datang,' pada sanak keluarganya sendiri. Bahkan sering kita dengar kejadian ada orangtua yang berjalan sendiri meninggalkan rumah dan tidak tahu cara pulang hingga berurusan dengan polisi atau mendapat kecelakaan. Depresi jiwa yang ditambah dengan kemerosotan fungsi tubuh itu dimanifestasikan dalam banyak bentuk, a.l. kehilangan selera, semangat dan minat apapun, cepat lelah, lupa, tersinggung atau merasa bersalah, merasa tak berharga dsb. Ia menjadi pessimis, merasa tak ada gunanya hidup, persis seperti ayat ' seperti barang yang pecah' pada ayat Mazmur tadi. Rasanya tak ada lagi gairah untuk hidup. Inilah penyebab utama seorang lansia meninggal, terlebih apabila sehabis kematian pasangan hidupnya, dia melepaskan harapan untuk hidup lagi.

Tetapi menjadi seorang yang lanjut usia tidak mesti demikian apabila kita dapat menyikapi dan menghadapinya dengan persiapan. Pertama, apa artinya tua bagi anda?

Semua orang pasti mencapai usia lanjut, apabila maut tidak lebih dulu menjemput. Tetapi seseorang tidak harus menjadi tua da-lam arti mengalami gejala-gejala penuaan seperti yang disebut terdahulu. Saya mempunyai dosen, pembimbing yang dapat dianggap juga sebagai mentor, sewaktu studi di Amerika Serikat. Namanya Profesor Dr. Abrahamson, sering kita panggil Dr.A. saja, usianya waktu itu 76 tahun tetapi masih aktif mengajar, bahkan menjadi promotor disertasi PhD kami. Waktu baru mulai kenal dengan keluarga Dr.A. ini pernah sekali saya berta-nya ,'How old are you, Dr. A'? Beliau menjawab spontan 'We are not old, but we are seniors,' sambil bercanda. Lalu beliau menambahkan 'You are as old as you feel.', maksudnya umur boleh lanjut, tetapi kita tidak boleh merasa tua. Seseorang bisa merasa tua pada usia berapapun. Ada orang yang baru berumur 40 tetapi sudah merasa, dan biasanya kelihatan lebih tua dari mestinya. Tetapi ada juga yang sudah 80 tahun, namun jiwanya tetap muda, karena dia merasa masih berguna. Tentu ada sesuatu dalam cara hidupnya yang membuatnya tetap muda dan bergairah.


Hidup bersama dengan orang yang dicintai dapat membuat kita ingin terus muda. Ingatkah anda lagu 'You make me feel so young' nya Frank Sinatra, dimana pasangannya selalu membuatnya merasa muda. Benjamin Franklin pernah berkata :'Orang-orang yang bisa mencintai secara mendalam, tidak akan pernah tua; mungkin mereka akan meninggal dalam usia tua, tetapi jiwa mereka tetap muda.' Namun ada juga keraguan akan kehilangan cinta atau perhatian seperti didalam lagu 'When I'm sixty four' nya the Beatles, dimana ditanyakan

'Will you still feed me, will you still need me , when I'm sixty four ? '

Frank Sinatra juga didalam albumnya yang meraih Grammy tahun 1964 berjudul 'It was a very good year.' menyanyikan tentang masa-masa kehidupannya. Masa tua dia ibaratkan sebagai anggur yang sudah matang dan nikmat diminum (vintage). Didalam lagu itu disebut

'But now the days are short, I'm in the autumn of the year. And now I think of my life as vintage wine, from fine older kegs, from the brim to the dregs, it pours sweet and clear. It was a very good year.'


Pemazmur lain lagi, dia mengibaratkan orang dimasa tuanya sebagai buah kurma, 'Pada masa tuapun mereka masih berbuah...untuk memberitakan bahwa Tuhan itu benar (Maz-mur 92:15-16). Menjadi tua adalah sebuah kesempatan untuk menyaksikan kebaikan Tuhan, lalu menceritakan kebaikan itu kepada generasi penerus.

Saya belum terlalu sering sadar bahwa umur saya sudah hampir 59 thn. Kebiasaan saya berolahraga 40 menit setiap pagi membuat perasaan saya segar setiap hari. Saya juga selalu menyeimbangkan pekerjaan dengan rekreasi. Salah satu kegemaran saya adalah nonton film, dan tak jarang saya pergi kebioskop nonton sendirian, kalau isteri kebetulan tak bisa. Baru-baru ini sesudah mengikuti Public Health Conference BIMST di Singapore, saya ada kesempatan pergi ke EW Jubilee di Ang Mo Kio untuk nonton 'The House of Flying Daggers'. Waktu beli ticketnya, nona penjualnya bertanya 'Are you a Senior, sir?' Saya nggak nyangka bakal dapat pertanyaan ini, lalu saya tanya iseng .'How much for a senior.' 'Three fifty,'katanya mengatakan 3.5 dolar, sedangkan harga normal 7.5 dolar. Wah, saya pikir, enak sekali kalau punya kartu bukti senior citizen. Saya tunjukkan KTP Jakarta saya, tetapi ternyata tidak bisa, yah terpaksalah beli normal price. Jadi, ternyata, menjadi lansia itu banyak juga keuntungannya.....Disitulah saya pertama kalinya benar-benar sadar bahwa rupanya saya sudah menua. Tetapi yang pasti, saya tetap berjiwa muda. Masih banyak hal-hal menarik dalam hidup ini yang belum saya lakukan dan alami. Masih banyak tempat-tempat yang belum sempat saya kunjungi dan saya yakin masih banyak pekerjaan Tuhan yang dapat saya lakukan selagi badan masih kuat dan mampu mengerjakannya.

Proses penuaan alami

Sejak kita lahir, bahkan sebelumnya, proses penuaan sudah dimulai. Hari ini kita lebih tua dari keadaan kita kemarin. Hari ini kita lebih muda dari keadaan kita besok. Untuk hidup baik kita harus menua dengan baik. Untuk menua dengan baik kita harus hidup dengan baik, demikian ujar Harvey H. Potthoff, penulis buku God and the Celebration of Life. Untuk memperoleh gambaran akan proses penuaan yang ideal, perlu direnungkan beberapa pertanyaan mendasar. Apakah yang dimaksudkan dengan penuaan yang baik ? Apabila pergumulan hidup, kehilangan sesuatu yang berharga dan kemunduran atau kemerosotan fungsi merupakan bagian yang tak terelakkan dari pengalaman manusia, bagaimana kita dapat menyikapi dan menerima hal-hal tersebut kedalam pola kehidupan kita? Bagaimana kita dapat bersikap realistis tentang fakta-fakta mengenai kematian namun tetap tegar sebagai seorang yang penuh pengharapan ? Mungkinkah seseorang bersikap realistis terhadap fakta-fakta mengenai menuaan, kemerosotan dan kematian, namun terus hidup dengan suatu tanggungjawab atas keberadaan kita serta peran kita didalam kehidupan ini ? Apakah intisari ajaran Kristen dalam mencari makna penuaan itu?

Tuhan hadir dalam pengalaman hidup kita bukan hanya saat bergembira, bertumbuh dan berhasil, namun juga dalam pengalaman yang menyangkut kehilangan, pergumulan penderitaan dan kematian. Setiap orang, yang muda maupun yang tua, saat ini sedang menjalani proses penuaan. Cepat atau lambat pengalaman dan pertanyaan-pertanyaan ini akan membawa dampak dalam kehidupan kita, bahkan mungkin juga telah terjadi. Dengan mengadakan refleksi terhadap hal-hal tersebut, kita akan dapat melihat bagaimana iman Kristiani kita dapat memberikan pencerahan terhadap prospek penuaan yang ideal.


1 comment:

-tmsh- said...

dad, looks like something's wrong with the formatting of this post. text-nya lari ke kanan ke belakang pinggir window, gak kelihatan. post2 sebelumnya gak gitu.

cara bikin photobucket ada di email.